Senin, Agustus 29, 2005

Tak perlulah anda menilai besar kecilnya suatu perbuatan baik. Sebab seringkali sebuah perbuatan yang tampak remeh justru harus anda lakukan demi kebaikan yang teramat besar. Anda tak tahu skenario apa yang akan berlangsung setelah itu. Mungkin perbuatan anda menyingkirkan paku dari jalan dipandang tiada berarti.




Karena anda tak perlu melakukan apa-apa selain membungkuk, memungut dan meletakkannya di tempat yang aman. Namun, tindakan itu menghindarkan kaki seekor kuda yang tak bertapal dari sengatan tajamnya paku. Sehingga, sang pengendara kuda itu mampu sampai di garis depan pertempuran, dan memberitahukan pada para jendral bahwa perang telah usai. Perdamaian pun terselamatkan.

Lakukan saja sebuah perbuatan baik seberapa pun kecilnya itu di mata banyak orang. Dan jangan sekali-kali anda menganggap orang lain lebih patut melakukannya. Keengganan anda dapat menghapus kebaikan. Dan, itu bisa jadi sebuah kejahatan. Tak perlulah juga anda menilai besar kecilnya jasa perbuatan baik anda.

Setiap tindakan, baik maupun jahat, memerlukan pelaku. Bila anda tak melakukannya, orang lain akan menunaikannya. Menilai-nilai perbuatan baik anda hanyalah permainan "ego" yang justru menghapuskan kebaikan itu dari diri anda sendiri. Seperti, pasir kering tertiup angin; anda takkan berhak menggenggamnya, meski hanya sebutir lembut.

Baca selanjutnya»»

Bila kita jatuh cinta pada seseorang, jangan siksa diri kita dengan menganggap bahwa cinta kita ditolak. Cinta itu tak pernah tertolak. Karena, setiap orang senang bahkan butuh dicintai. Wujudkan cinta kita dengan memberikan sesuatu, bukan mengharap-harap akan sesuatu. Sebab, apa yang dilontarkan karena cinta selalu kembali pada hati kita di saat itu juga.




Kebahagiaan dari memberi jauh lebih paripurna ketimbang kebahagiaan karena menerima.
Namun, lain halnya bila kita ingin memiliki sesuatu yang kita cintai. Keinginan itulah yang menimbulkan pedih yang mengiris-iris. Jangan menambah siksa kita dengan menginginkan sesuatu. Jangan sia-siakan cinta kita dengan beban-beban harapan. Keinginan untuk memiliki mungkin saja tertolak. Namun, percayalah cinta kita yang sesungguhnya takkan pernah kembali dengan tangan kosong.

Baca selanjutnya»»

Senin, Juli 11, 2005

Agama adalah hasil ciptaan manusia. Agama hanyalah suatu "accessory" dari dunia ini. Agama diciptakan untuk memenuhi kebutuhan mereka yang membutuhkannya.


Tanpa agama pun manusia dapat hidup (dengan baik). Tuhan sendiri tidak beragama kok! Kematian merupakan kenyataan dan kepastian yang tak dapat dihindarkan. Setiap orang yang terlahir ke dunia ini pasti akan mati. Kematian merupakan suatu kelahiran baru di "dunia lain". Seandainya semua orang yang pernah lahir ke dunia ini tidak dapat mati, apakah dunia/bumi ini mampu untuk menampung dan menghidupinya?. Seandainya dunia itu tidak berarti, maka dunia itu sendiri tidak pernah di-ADA-kan oleh Sang Pengada. Segala sesuatu yang ADA adalah berarti. Dan, kalaupun dunia itu dirasakan tidak berarti lagi, maka tugas kita manusia adalah membuatnya berarti, bukan?

Baca selanjutnya»»

Jumat, Juni 10, 2005

Luapan jiwa yang terlintas dalm fikiranku,

Segala kekhilafan masa lalu menjadikan ku manusia penuh pertimbangan dan jejeran analisa logika hasil paduan sebuah kenyataan dan analisa kejiwaan

Setiap kata dan tindakan manusiamu dan disekelilingku, aku analisa detailnya dan mencoba belajar dari duniamu…



bagaiamanalah semestinya, karena tak ada yang absolut


Aku sendiri terhentak sejenak harus menilai apa tindakanmu, namun aku enggan turut didalam perjalanan penuh dengan perasaan yang mematikan logikaku sehingga hilangnya sebuah kelaki-lakianku.

Kau benar-benar ada pada kebenaran yang salah, yang mengajariku harus belajar dari kesalahan, namun tidak menjadikanku sebagai rentetan cermin untuk menjatuhkan jiwa itu tak menyatu, bukan?

Aku adalah percobaan utamamu – mungkin sebuah permainan dari nikmatnya jujur dan kesejatianmu. Seandainya kau tahu, mungkin sudah terlalu banyak energi yang kau keluarkan untuk menilai semua tindakanku…

Tak lagi mampu mata memandang dan kata terucap, berbeda dengan gerak tingkah laku yang ku hempaskan hingga kutelanjangi tubuhku untukmu ? adakah malumu di sana ? Masih adakah manfaat jasad menembus jiwa sucimu? Cinta atau nafsumu?

Aku bukan pasir pantai berlobang yang akan diam dan tertutup pasir seketika air laut itu datang, aku juga bukan juga merpati yang datang dan terbang setelah mendapat makanan…aku bukan semata tetesan embun hinggap jatuh di daun dan jatuh kedaun yang lain.

Mataku terpejam, lidahku membisu, bibirku merapat. Disinilah Kenikmatan mencoba belajar memahami dan mengerti setiap luapan emosi yang terpancar dari gerak angkuh mimpi bingungmu. Tak ku fungsikan marah dendamku, karena disana ada nasehat tuk diriku.

Semesti para pujangga mengajariku untuk tidak menyerah karena ini baru setapak langkahku…, namun analisa-analisa yang keluar dari kepandaianku akan duniamu membuatku ketafakuran mendalam mencari hikmah.

Gejolak dan jiwa yang kita hamparkan disetiap siulan hari yang telah kita ciptakan memberikan kekuatan untuk aku tetap berdiri disini, ….jangan kau terlalu jahat?!

Baca selanjutnya»»

Senin, November 01, 2004

Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang
melelahkan dan menjengkelkan, tetapi itulah yang
membuat persahabatan mempunyai nilai yang indah.

Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan,
tetapi persahabatan sejati bisa mengatasi cobaan
itu bahkan bertumbuh bersama karenanya.




Persahabatan tidak terjalin secara otomatis
tetapi membutuhkan proses yang panjang seperti
besi menajamkan besi, demikianlah sahabat
menajamkan sahabatnya.
Persahabatan diwarnai dengan berbagai pengalaman
suka dan duka, dihibur - disakiti, diperhatikan -
dikecewakan, didengar - diabaikan, dibantu -
ditolak, namun semua ini tidak pernah sengaja
dilakukan dengan tujuan kebencian.

Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan
kesalahan untuk menghindari perselisihan, justru
karena kasihnya ia memberanikan diri menegur apa
adanya.

Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan
ciuman, tetapi menyatakan apa yang amat
menyakitkan dengan tujuan sahabatnya mau berubah.

Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan
usaha pemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan
pada saat kita membutuhkan bantuan barulah kita
memiliki motivasi mencari perhatian, pertolongan
dan pernyataan kasih dari orang lain, tetapi
justru ia berinisiatif memberikan dan mewujudkan
apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya.

Kerinduannya adalah menjadi bagian dari kehidupan
sahabatnya, karena tidak ada persahabatan yang
diawali dengan sikap egoistis.

Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati,
namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya.

Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya
persahabatan, namun ada juga yang begitu hancur
karena dikhianati sahabatnya.

Beberapa hal seringkali menjadi penghancur
persahabatan antara lain:

1. Masalah bisnis UUD (Ujung-Ujungnya Duit)
2. Ketidakterbukaan
3. Kehilangan kepercayaan
4. Perubahan perasaan antar lawan jenis
5. Ketidaksetiaan.

Tetapi penghancur persahabatan ini telah berhasil
dipatahkan oleh sahabat-sahabat yang teruji
kesejatian motivasinya. Mempunyai satu sahabat
sejati lebih berharga dari seribu teman yang
mementingkan diri sendiri.

"Dalam masa kejayaan, teman² mengenal kita. Dalam
kesengsaraan, kita mengenal teman² kita."

Ingatlah kapan terakhir kali anda berada dalam
kesulitan. Siapa yang berada di samping anda?
Siapa yang mengasihi anda saat anda merasa tidak
dicintai?
Siapa yang ingin bersama anda pada saat tiada
satu pun yang dapat anda berikan?

Merekalah sahabat² anda. Hargai dan peliharalah
selalu persahabatan anda dengan mereka.

Baca selanjutnya»»

Hal yang sangat menyedihkan adalah saat kita jujur pada kekasih kita, dia berdusta pada kita. Saat dia telah berjanji pada kita, dia mengingkarinya. Saat kita memberikan perhatian, dia tidak menghargainya. Hal yang sangat mengecewakan adalah kita dibutuhkan hanya pada saat dia dalam kesulitan.



Jangan pernah menyesali atas apa yang terjadi pada kita! Sebenarnya hal-hal yang kita alami sedang mengajari kita. Saat kekasih kita berdusta pada kita atau tidak menepati janjinya pada kita atau dia tidak menghargai perhatian yang kita berikan, sebenarnya dia telah ajari kita agar kita tidak berperilaku seperti dia.

Bila kita dibutuhkan hanya pada saat dia sedang kesulitan sebenarnya juga telah mengajari kita untuk menjadi orang yang arif dan bijak, kita telah membantunya saat dia dalam kesulitan.

Hal yang menyakitkan adalah saat kita mencintainya dengan tulus tapi dia tidak mencintai kita atau dia yang kita sayangi tiba-tiba mengingkari kita, sebenarnya hal ini sedang mengajari kita untuk ikhlas memahami arti ketulusan.

Begitu banyak hal yang tidak menyenangkan yang sering kita alami atau bertemu dengannya karena egois dan sikap kekasih kita yang tidak memahami ketulusan kita. Dan betapa tidak menyenangkan menjadi orang yang dikecewakan, disakiti,diingkari, tidak diperdulikan, atau bahkan di rendahkan. Sebenarnya mereka sedang mengajari, melatih membersihkan hati dan jiwa kita, untuk menjadi orang yang sabar dan mengajari kita untuk tidak berperilaku sepertinya.

Mungkin Alam menginginkan kita bertemu orang dalam berbagai macam karakter yang tidak menyenangkan sebelum kita bertemu dengan orang yang menyenangkan dalam kehidupan kita dan kita harus memahami bagaimana berterimakasih atas karunia itu yang telah mengajarkan sesuatu yang paling berharga dalam hidup kita.

Baca selanjutnya»»

UNTUK KEKASIH HATI

Yang Maha Pemurah, terimakasih Engkau telah mempertemukan saya dengannya.

Terimakasih untuk saat-saat indah yang
boleh kami nikmati bersama.
Terimakasih untuk setiap pertemuan yang
boleh kami lalui bersama.
Terimakasih untuk setiap saat-saat yang lalu.
Saya datang bersujud dihadapan-Mu,
Sucikan hati saya, sehingga dapat melaksanakan
kehendak dan rencana-Mu dalam hidup.



jika saya bukan pemilik tulang rusuknya,
janganlah biarkan saya merindukan kehadirannya.
Janganlah biarkan saya melabuhkan hati saya di hatinya.
Kikislah pesonanya dari pelupuk mata saya
dan usirlah dia dari relung hati saya.
Gantilah damba kerinduan dan cinta yang bersemayam di dada ini dengan kasih dari dan pada-Mu yang tulus dan murni.
Tolonglah saya agar dapat mengasihinya sebagai sahabat.

Tetapi jika Kau ciptakan dia untuk saya,
tolong satukan hati kami.
Bantulah saya untuk mencintai, mengerti dan
menerima dia seutuhnya.
Berikan saya kesabaran, ketekunan, dan kesungguhan
untuk memenangkan hatinya.
Serapilah dia agar dia juga mencintai, mengerti
dan mau menerima saya dengan segala kelebihan dan
kekurangan saya sebagaimana saya telah Kau ciptakan.
Yakinkanlah dia bahwa saya sungguh-sungguh mencintai
dan rela membagi suka dan duka saya dengan dia.

Yang Maha Pengasih, dengarlah doa saya ini.
Lepaskanlah saya dari keraguan ini
menurut kasih dan kehendak-Mu.

Yang Maha Kekal, saya tahu Engkau senantiasa
memberikan yang terbaik buat saya.
Luka dan keraguan yang saya alami pasti ada hikmahnya.
Pergumulan ini mengajar saya untuk hidup makin dekat pada-Mu, untuk lebih peka terhadap suara-Mu
yang membimbing saya menuju terang-Mu.
Ajarlah saya untuk tetap setia dan sabar
menanti tibanya waktu yang telah Engkau tentukan.

Jadilah kehendak-Mu dan bukan kehendak saya yang jadi dalam setiap bagian hidup saya.

Baca selanjutnya»»

Selasa, Agustus 24, 2004

Arti memiliki

Kehidupan dan cinta ini suatu hal yang mengesankan dan harus dinikmati jika memang sudah menjadi pilihan.

Seperti kata berikut : Dunia tak pernah akan begitu indah, jika tanpa persahabatan....yang satu selalu menjadi penyebab yang lain dan prosesnya adalah dinamika.

manusia yang terbaik adalah memiliki kemandirian yang kuat dan keyakinan rasional.



Jika kita perhatian pada seseorang, tidaklah berharap bahwa seseorang itu akan memperhatikan kita persis sebaliknya dalam kapasitas yang sama.

Satu diantara kita
akan memberikan lebih, yang lain akan dirasa kurang......
Jangan pernah berhenti untuk bertanya apa saja dan kepada siapa saja.....
mungkin akan begitu menyakitkan dan mungkin akan menyebalkan dan menderita dengan perbedaan cara pandang tapi jika kita tidak mendengar kata hati, pada akhirnya kita akan menyesal....dan akan jauh lebih pahit ....karena suatu waktu kita menyadari bahwa kita tidak pernah menikmati ....setiap hikmah itu sebagai jalan langkah kepercayaan diri kita.

Pintu masa lalu telah tertutup
Pintu masa depan pun belum tiba.
Pusatkan diri kita untuk hari ini.
Kita dapatkan mengerjakan lebih banyak hal
Mulaikan segala niat pada saat ini.

Bila hari ini kita mampu memaafkan hari kemarin
Dan melepaskan ketakutan akan esok hari.

Hiduplah hari ini
Karena, masa lalu dan masa depan hanyalah permainan pikiran yang rumit.

Karena yang ada hanyalah hari ini
Hari inilah yang terbaik untuk hari kita.

Masa depan bukan sekedar impian, tapi sebuah komitmen .....

semangat bisa datang dan pergi begitu saja....

Persahabatan tak harus berakhir bahagia....karena persahabatan tidak harus berakhir....
persahabatan dan percintaan sejati mendengar apa yang dikatakan....dan mengerti apa yang tidak dijelaskan, sebab persahabatan dan percintaan tidak datang dari bibir dan lidah atau pikiran....
melainkan dari HATI

Ketika orang tua kita berbagi fikiran dan materi,
orang tua kita tidak mengharapkan apapun sebagai ukuran.

Orang tua kita mungkin akan meninggalkan hatinya bagaikan kepingan-kepingan kaca tanpa pembuktian kita pada mereka, tapi kan kita tancapkan dalam pikiran kita,
bahwa kita adalah orang yang bersedia untuk menambal harapan do'a orang tua kita dengan mengumpulkan kembali pecahan-pecahan kaca itu.

Lebih baik kehilangan harga diri dan ego kita untuk orang tua yang kita cintai
daripada mereka, kehilangan harapan dan kebanggaannya karena mereka memberikan kepada kita dengan cinta.

Jangan terlalu bangga dengan apa yang kita miliki,
Namun banggalah pada proses bagaimana kita memilikinya,
sebab sungai mengalir indah ada pada deras dan gemiricik airnya......
bukan pada muaranya.

Karena disanalah kebahagiaan sebuah proses hadir, kita bukanlah pemimpi.....
melainkan kita hadir manfaat pada saat yang tepat dan untuk orang yang tepat.

Berjuanglah hingga menemukan persahabatan dan cinta sejati

Musuh terbesar saya adalah Aku, aku, aku dan aku
Sahabat sejati saya adalah kita.....dan menjadi kami

Baca selanjutnya»»